Tag Archives: kerusakan jalan

Kerusakan Jalan Aspal – Tingkat Keparahan

Jenis kerusakan jalan aspal berupa retak / cracking disebabkan oleh beberapa hal, antara lain beban muatan angkutan berlebihan yang setiap hari melewati jalan tersebut, drainase aliran air yang buruk, lapisan base coarse atau subgrade yang tipis dan lemah, serta stripping atau lepasnya perlekatan antara cairan aspal dengan agregat atau batu split di bawahnya. Stripping bisa disebabkan kualitas batu split yang kurang bagus maupun kekotoran material batu itu sendiri sehingga perlekatan dengan aspal menjadi berkurang karena aspal cair menjadi banyak terserap oleh gumpalan kotoran contohnya tanah yang menempel di batu.

Berdasarkan tingkat keparahan (severity)
Menurut Metropolitan Transportation Commission (1986) berdasarkan tingkat keparahan, retak jalan aspal dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  1. Retak Aspal Ringan (low)
    Kerusakan yang ditandai dengan serangkaian retak halus yang terpisah sendiri-sendiri maupun saling terhubung tanpa ada retakan yang pecah. Retak halus ini bila dibiarkan tanpa perbaikan akan menjadi retak sedang.

retak keparahan rendahGambar Retak dengan Tingkat Keparahan Rendah

  1. Retak Aspal Sedang (medium)
    Kerusakan yang ditandai dengan serangkaian retak di aspal yang terhubung membentuk kotak-kotak maupun pola-pola kecil. Pola retak sudah cukup kelihatan jelas karena sudah terdapat retak yang mulai pecah.

retak keparahan sedangGambar Retak dengan Tingkat Keparahan Sedang

3. Retak Aspal Berat (high)
Kerusakan yang ditandai dengan serangkaian retak menyerupai kulit buaya yang keseluruhan retaknya sudah pecah sehingga jika dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya alur memanjang bahkan lubang pada jalan aspal.

retak keparahan beratGambar Retak dengan Tingkat Keparahan Berat

Nah, pasti bapak / ibu pemilik proyek pemenang tender tidak mau khan jalan aspal yang Anda buat menjadi retak bermasalah dan malah membebani biaya perawatan / maintenance cost proyek Anda di kemudian hari?

Untuk informasi batu split Merak / Bojonegara dengan kualitas TERBAIK dan TERPERCAYA, bisa menghubungi kami di 081-383-223-288 atau email ke sales@jualbatusplit.com. Untuk masalah harga, tenang saja pak / bu, HARGA batu split kami menyesuaikan dengan bujet proyek Anda kok.
Langsung saja hubungi kami ya..
Terima kasih atas perhatian bapak dan ibu..

sumber

Mengapa Jalan Raya Di Indonesia Lebih Cepat Rusak?

Jalan-jalan raya di Indonesia relatif cepat sekali rusak, atau mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif sangat pendek setelah diperbaiki.

Para pemakai jalan seringkali harus menerima kenyataan bahwa banyak jalan raya cepat sekali mengalami kerusakan, walaupun baru saja diperbaiki atau direhabilitasi. Masalah kerusakan dini (premature deterioration) jalan-jalan ini merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi Ditjen Bina Marga.

Pada umumnya, untuk problem kerusakan jalan seperti ini, masyarakat pengguna jalan selalu menyalahkan Konsultan Perencana/Supervisi Jalan atau Kontraktor Pelaksana dan Pemerintah yang membiayai pembangunan jalan ini. Mereka dikatakan ”tidak becus, mencuri, korupsi”, dan lain-lain sebagainya.

Pandangan di atas kiranya perlu diluruskan, karena biarpun pandangan tersebut ada benarnya, ada beberapa argumentasi yang menunjukkan bahwa pandangan tersebut kurang proporsional, demikian penjelasan Profesor Ir. Mochtar Indrasurya B, Ph.D.

Menurut Prof. Ir. Mochtar Indrasurya B, Ph.D., kondisi kerusakan dini ini terutama disebabkan oleh 4 (empat) masalah, yaitu:

1. muatan berlebihan kendaraan berat (overloaded)
Diakui atau tidak, kerusakan jalan akan secara eksponensial lebih cepat terjadi akibat muatan lebih, di samping faktor-faktor lain seperti pengaruh lingkungan, banjir, kebijakan perumusan sasaran hingga pewujudan sasaran (atau mulai pengaturan, pembinaan, pembangunan, pengawasan, hingga pengoperasiannya) dan lain-lain.

Yang tidak mudah dipahami dan menjadi ironis adalah kesan bahwa tujuan jembatan timbang seolah-olah lebih dimaksudkan sebagai sarana perolehan distribusi atau pendapatan denda pelanggaran, sedangkan tujuan utama sebagai pengendali menjadi kabur.

2. Ketidaksesuaian standard mutu lapisan perkerasan jalan untuk lalu-lintas berat
Sebagai salah satu standar mutu kekuatan lapisan perkerasan aspal selama ini dikenal batas harga stabilitas Marshall ( Marshall Stability ) yang bagi lalu-lintas berat di Indonesia adalah minimal 840 kg untuk Brittish Standard, dan 680 kg atau 1500 lbs untuk AASHTO, namun standard kita saat ini mensyaratkan minimal 840 kg pada suhu 60 derajat Celsius.

Syarat minimal Stabilitas Marshall tersebut sesungguhnya hanya cocok untuk kendaraan berat dengan muatan normal, tidak dengan muatan muatan berlebihan seperti di atas. Dengan muatan yang wajar roda kendaraan truk dipompa sesuai dengan tekanan angin yang dipersyaratkan, yaitu 80 psi atau 5,6 kg/cm2 dan maksimal 100 psi. Akan tetapi di Indonesia dengan muatan yang berlebihan tersebut tidak mungkin lagi tekanan angin roda hanya 80 psi, karena roda belakang truk yang terdiri atas 2 ban karet akan menggelembung dan saling bergesekan.

Hampir semua roda truk di Indonesia dipompa dengan tekanan angin di atas 120 psi dan sebagian roda truk berat bahkan dipompa sampai 150 psi atau hampir 2 kali tekanan angin yang disyaratkan. Ini biasanya menggunakan ban setara 16 ply rate yang tidak diproduksi oleh pabrik ban luar negeri

3. kekeliruan dalam pedoman penentuan tebal lapisan perkerasan jalan
Hal ini termasuk penentuan kuantitas dan kualitas batu split yang digunakan.

4. kurang baiknya sistem drainase jalan.
Banyak jalan-jalan di Indonesia yang tergenang air pada saat musim hujan, dan ini terjadi akibat buruknya sistem drainase air di sekitar jalan tersebut. Adanya air yang menggenangi permukaan jalan aspal menjadi salah satu penyebab utama kerusakan konstruksi perkerasan jalan, karena perkerasan aspal tidak akan kuat bertahan bila sering tergenang air.

Genangan air dapat menyebabkan kerusakan pada tanah sub-grade dibawah lapisan perkerasan, yang bila di tambah dengan volume lalu-lintas truk berat yang menyangkut muatan berlebihan merupakan kombinasi yang sangat fatal bagi perkerasan aspal.

Masalah sistem drainase ini sering terlupakan oleh para perencana jalan, pada hal sistem drainase jalan tidak hanya terbatas pada ruas jalan yang diperbaiki, akan tetapi mencakup interkoneksi saluran drainase jalan dengan sistem drainase yang lebih luas.

Paradigma mengejar target efektif dengan melupakan target fungsional drainase harus diubah. Pada awal tahun 2008 terjadi banjir besar di Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur yang disusul dengan bencana alam yang mengakibatkan terputusnya jalan-jalan nasional/provinsi/kabupaten pada ketiga provinsi di atas. Tentu dapat dipahami mengapa ruas jalan di wilayah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V (Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta) mengalami kerusakan.

sumber

Untuk Anda yang membutuhkan batu split untuk proyek Anda, bisa hubungi kami di 087773399966