Tag Archives: HARGA BATU SPLIT

Proyek Tol Salatiga – Kartasura – Boyolali

Baru saja kami ditelepon seorang pembeli yang menanyakan harga dan kuantitas batu split ukuran 1×2 cm. Ketika ditanya berapa banyak kebutuhan dan mulai kapan, dijawab kebutuhan sekitar 1,5 juta meter kubik dan proyek mulai bulan April 2018. Wow, kebutuhan yang banyak.

Seketika kami langsung browsing mengenai proyek infrastruktur tol pak presiden Jokowi ini.

SALATIGA, KompasProperti - Proses pembangunan ruas tol Salatiga-Boyolali dan ruas tol Boyolali-Kartasura bagian dari jalan Tol Semarang-Solo saat ini terus dikebut.

Jalan tol Semarang-Solo Seksi IV dan Seksi V tersebut di bawah konsesi PT Solo Ngawi Jaya (SNJ).

Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Desi Arryani dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (26/9/2017) siang mengatakan, saat ini pembangunan jalan tol Semarang-Solo masih menyisakan pekerjaan sekitar 32 kilometer.

Sisa pekerjaan ini meliputi ruas Salatiga-Boyolali sekitar 22.1 kilometer dan ruas Boyolali- Kartasura sepanjang 11.4 kilometer.

“Pembebasan lahannya sudah memasuki 98.8 persen, sedangkan konstruksinya 27.26 persen,” kata Desi.

Dalam rangka percepatan pembangunan kedua ruas tol tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menerbitkan surat Nomor JL.03.04-Mn/858 tanggal 6 September 2016 perihal penugasan kepada PT SNJ tersebut.

Saat ini fokus pekerjaan di lapangan adalah pengolahan tanah dan infrastrukturnya seperti drainase, irigasi serta pembangunan underpass.

Pihaknya bersama-sama dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Ketua Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ serta Direktur Utama PT SNJ, David Wijayatno Senin lalu telah memantau langsung proses pembangunan tersebut.

Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono
Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono(GARRY ANDREW LOTULUNG/Kompas.com)

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam kesempatan itu meminta agar pembangunan ruas Jalan Tol Salatiga-Kartasura bisa dirampungkan sebelum Lebaran tahun 2018 sehingga tidak lagi dijadikan sebagai jalur mudik darurat.

Karena targetnya Trans Jawa pada tahun 2018 sudah operasional semua, termasuk untuk ruas Semarang- Solo ini.

“Nantinya waktu tempuh perjalanan Semarang-Solo hanya membutuhkan 1.5 jam,” kata Desi.

Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya David Wijayatno menambahkan, pekerjaan fisik terus dikebut agar memenuhi target yang telah ditetapkan. Untuk itu, David menjelaskan, pihaknya menerapkan sistem kerja tiga shift.

“Targetnya harus operasional tahun depan, jadi konstruksi harus beres tahun ini,” terang David.

Optimistis

Desi Arryani menyatakan optimismenya bahwa hingga akhir tahun 2017, Jasa Marga dapat mengoperasikan 210 kilometer tambahan ruas jalan tol baru di Indonesia.

Di antaranya Jalan Tol Semarang-Solo (72.64 kilometer), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41.69 kilometer), Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (15,50 kilometer), Jalan Tol Ngawi-Kertosono (25 kilometer), Jalan Tol Solo-Ngawi (90.25 kilometer) serta Jalan Tol Gempol-Pasuruan (20.50 kilometer).

“Komitmen Jasa Marga dengan membangun jalan tol di Indonesia ini adalah guna meningkatkan konektivitas dan membangun pertumbuhan ekonomi,” tuntasnya.

Bravo!

Pemerintah Targetkan 396 Kilometer Tol Terbangun Tahun Ini

SENIN, 29 MEI 2017 | 20:00 WIB

Pemerintah menargetkan 1.000 kilometer tol terbangun hingga 2019 mendatang. Tahun ini, menurut Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan, pembangunan tol ditargetkan mencapai 396 kilometer.

Jalur Alternatif Lebaran 2017, Proyak Tol Batang-Semarang Dikebut
Jalan Tol Batang-Semarang tampak sedang dalam pengerjaan di Gringsing, Batang, Jawa Tengah, 27 Mei 2017. ANTARA/Hafidz Mubarak A

“Ada 65 kilometer Trans Sumatera yang bisa operasionalisasi, Trans Jawa 210 kilometer, dan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) 11 kilometer,” ujar Pontas dalam konferensi persnya di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Senin, 29 Mei 2017.

Pontas optimistis target pembangunan 1.000 kilometer tol hingga 2019 tersebut dapat terlampaui. Senada dengan Pontas, Direktur Utama PT Waskita Karya Muhammad Choliq menyatakan bahwa pembangunan tol hingga 2019 akan mencapai sekitar 1.300 kilometer.

Choliq menuturkan, pada 2018 mendatang, pemerintah menargetkan sepanjang 400 kilometer tol bisa terbangun. Pada 2019, pembangunan tol ditargetkan mencapai 500 kilometer. “Ditambah sekitar 400 kilometer pada 2017, totalnya menjadi 1.300 sampai 2019,” ujarnya.

Menurut Choliq, jumlah tersebut termasuk dengan ruas-ruas tol yang dimiliki oleh swasta. Namun, dia mengatakan, kepemilikan swasta untuk ruas-ruas tol yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia relatif kecil. “Jumlahnya di bawah 10 persen,” tutur Choliq.

Berdasarkan data kementerian, tol yang ditargetkan rampung pada 2017 adalah Tol Medan-Binjai sepanjang 17 kilometer (progress 62,2 persen), Tol Parapat-Tebing Tinggi sepanjang 98,5 kilometer, dan Tol Palembang-Indralaya sepanjang 22 kilometer (52,4 persen).

Untuk Trans Jawa, terdapat Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 kilometer (69,65 persen), Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,3 kilometer (47,46 persen), dan Tol Surabaya-Mojokerto sepanjang 36,3 kilometer (88,27 persen). Adapun Tol Becakayu sepanjang 21 kilometer telah mencapai 89,27 persen.

sumber : TEMPO.CO

Setelah membaca Berita di atas sudah terbayangkan berapa banyak kebutuhan BATU SPLIT atau AGREGAT untuk proyek Nasional pembangunan infrastruktur presiden Jokowi

Untuk anda yang membutuhkan BATU SPLIT berkualitas dan terpercaya dari Merak atau Bojonegara bisa menghubungi kami di 081383223288 atau email ke sales@jualbatusplit.com . Harga batu split kami bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek Anda. info lebih lanjut jangan sungkan hubungi kami. Terima kasih