Category Archives: Ilmu teknik sipil

Kerusakan Aspal Berdasarkan Cara Berkembangnya

Masih menyambung artikel sebelumnya, tentang kerusakan aspal.

Berdasarkan cara berkembangnya, NDLI (1995) membagi dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Retak dari atas ke bawah (top-down cracking)

Top-down cracks (TDC) adalah retak memanjang dan/ atau melintang yang dimulai pada permukaan perkerasan aspal dan berkembang ke bawah. Menurut Kuennen (2009), retak ini biasanya terjadi akibat segregasi campuran aspal cair dengan batu split dan sifat viscoelastic aspal sebagai pengikat yang rentan terhadap perubahan suhu yang ekstrim.

jualbatusplit top down cracking

2.Retak dari bawah ke atas (bottom-up cracking)

Kuennen (2009) menyebutkan bahwa bottom-up cracking atau fatigue crackingadalah hasil dari perkembangan tegangan pada lapis pondasi perkerasan aspal yang menyebabkan lapis pondasi retak dan merambat ke atas. Retak ini diakibatkan repetisi beban lalu lintas dan bisa berupa kumpulan retak kecil yang saling berhubungan.

 jualbatusplit bottom up cracking

 

sumber

Untuk kebutuhan batu split Merak berkualitas hubungi kami di 087773399966

Aspal Jalan

ASPAL JALAN

Banyak dari kita belum mengetahui definisi dari aspal yang ada di lapisan jalan raya. Aspal adalah material utama pada konstruksi lapis perkerasan lentur (flexible pavement) jalan raya, yang berfungsi sebagai campuran bahan pengikat agregat (batu split), karena mempunyai daya lekat yang kuat, mempunyai sifat adhesi, kedap air dan mudah dikerjakan.

Aspal merupakan bahan yang plastis yang dengan kelenturannya mudah diawasi untuk dicampur dengan agregat lebih jauh lagi, aspal sangat tahan terhadap asam, alkali dan garam-garaman. Aspal akan mudah dicairkan jika dipanaskan, atau dilakukan pencampuran dengan mengencer petroleum dalam berbagai kekentalan atau dengan membuat emulsi bahan alam yang terkandung dalam hampir semua minyak bumi yang diperoleh sebagai hasil penyulingan.

Defenisi aspal adalah campuran yang terdiri dari bitumen dan mineral, sedangkan yang dimaksud dengan bitumen adalah bahan yang berwarna coklat hingga hitam, berbentuk keras hingga cair, mempunyai sifat lekat yang baik larut dalam CS2 dan CCI4 yang mempunyai sifat berlemak dan tidak larut dalam air. Secara kimia bitumen terdiri dari gugusan aromat, naphten dan alkan sebagai bagian-bagian terpenting dan secara kimia fisika merupakan campuran colloid, dimana butir-butir yang merupakan bagian-bagian yang padat (asphaltene) berada dalam fase cairan yang disebut malten.

Aspal yang digunakan untuk material jalan terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

a. Aspal alam b. Bitumen (aspal buatan) c. Ter

Untuk kebutuhan batu split Anda, hubungi 0853-2323-3399 / 08777-33999-66