Category Archives: Ilmu teknik sipil

Pasir Beton Dan Pasir Cor

Kebutuhan pasir untuk pekerjaan konstruksi saat ini semakin meningkat, terutama di era presiden Jokowi yang menggenjot proyek infrastruktur di mana-mana. Pasir yang bagus digunakan untuk pengecoran atau beton adalah pasir yang mengandung sedikit kadar lumpur dan sedikit kadar garamnya. Kenapa? Karena kadar lumpur yang tinggi dapat menyebabkan cor cepat retak dan keropos. Untuk tahu lebih lanjut jenis pasir yang dibutuhkan, yuk kita bahas satu persatu.

Pasir untuk konstruksi dibedakan menjadi 3, yaitu pasir beton, pasir pasang, dan pasir urug.

Pasir Beton

Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5% berat. Pasir beton sering digunakan untuk pekerjaan cor-coran struktur seperti kolom, cor sloof, balok dan pelat lantai.

Untuk mendapatkan kekuatan beton yang optimal maka pasir harus dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a)Pasir beton harus bersih, bila diuji dengan larutan pencuci khusus, tinggi endapan pasir yang kelihatan dibandingkan dengan tinggi seluruh endapan tidak kurang dari 70%.

b) Kadar butiran yang lewat ayakan 0,063 mm (kadar lumpur) tidak boleh lebih dari 5% berat. Apabila lebih dari 5% harus dicuci terlebih dahulu.

c) Angka kehalusan butir (FM) terletak antara 2,2 – 3,2 bila diuji dengan rangkaian ayakan 0,16 ; 0,315; 0,63; 1,25; 2,50; 0,5 dan 10 mm, fraksi yang lewat ayakan 0,3 mm minimal 15% berat.

d) Pasir tidak boleh mengandung zat-zat organik yang dapat mengurangi mutu beton. Untuk memeriksanya pasir direndam pada cairan 3% NaOH, cairan di atas endapan tidak boleh lebih gelap dari warna larutan pembanding.

e) Kekekalan terhadap larutan Na4SO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 12% berat. Kekekalan terhadap larutan MgSO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 10% berat.

f) Untuk beton dengan tingkat keawetan tinggi, reaksi pasir terhadap alkali harus negatif.

Syarat Batas Gradasi Pasir yang Baik menurut SNI

Pasir Sungai Pasir Beton

Pasir Pasang

Berdasarkan tempat penambangan, maka pasir pasang di bedakan dalam 2 jenis sebagai berikut :

  1. Pasir Gunung, adalah pasir yang diperoleh dari hasil galian , butirannya kasar dan tidak terlalu keras. Biasanya pasir jenis ini mengandung pozolan (jika dicampur dengan kapur padam dan air setelah beberapa waktu dapat mengeras sehingga membentuk suatu massa padat dan sukar larut dalam air). Untuk pengolahan lebih lanjut biasanya pasir di cuci dahulu. Contoh daerah yang memproduksi pasir gunung adalah pasir Galunggung di daerah Tasikmalaya, pasir lokal (seperti pasir Cilegon, pasir Rumpin, pasir Jawilan)

2. Pasir Sungai, adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm – 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. Pasir sungai umumnya didapatkan dari daerah Pontianak sehingga orang biasa menyebut pasir Pontianak, pasir dari Pulang Pisau Kalimantan Tengah, dan pasir Lampung. Yang perlu diperhatikan dari pasir sungai adalah adanya kandungan organik yang ikut tersedot oleh pompa ke dalam timbunan

pasir sungai pasir pontianak

3. Pasir Darat, adalah pasir yang didapat dari dataran di darat. Karakteristiknya hampir sama dengan pasir gunung sehingga untuk penggunaan lebih lanjut harus melalui tahap pencucian. Daerah yang memproduksi pasir darat adalah pasir Bangka, pasir Belitung,

Untuk info harga dan kebutuhan pasir proyek konstruksi Anda, segera hubungi kami di 087773399966 bisa via WA atau phone. Terpercaya sejak tahun 2012, kami akan antar ke lokasi proyek Anda.

Perbedaan Batu Agregat A dan B

Kali ini, jualbatusplit akan menerangkan apa perbedaan agregat atau yang biasa disebut base coarse

Lapis pondasi bawah atau di sebut agregat lapis pondasi kelas B adalah bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi dan tanah dasar. Fungsi dari lapis pondasi bawah ini antara lain yaitu:

  1. Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda.
  2. Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi.
  3. Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas.
  4. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.
  5. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.

Lapis pondasi atas atau di sebut agregat lapis pondasi kelas A adalah bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi bawah dan lapisan permukaan.Fungsi dari lapis pondasi ini antara lain yaitu:

  1. Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda.
  2. Sebagai lapisan peresapan untuk pondasi bawah.
  3. Memberikan bantalan terhadap lapisan permukaan

Pada proyek pembangunan jalan,  material agregat yang di pakai sama yaitu batu pecah yang sudah di olah dengan mesin stone cruser dan gradasi atau ukuran di buat sama sesuai spesifikasi yang di butuhkan untuk pembuatan pondasi jalan raya. Pada pekerjaan pondasi jalan raya di bagi menjadi dua segmen yaitu meliputi pekerjaan perkerasan lapis pondasi agregat kelas B 30 cm atau sesuai spesifikasi yang diminta, setelah pekerjaan lapis pondasi kelas B selesai selanjutnya pekerjaan pondasi atas yang di sebut juga perkerasan lapis pondasi agregat kelas A dengan tebal 20 cm atau sesuai spesifikasi yang diminta. Pada proses pekerjaan  lapis pondasi terdiri dari penghamparan material, pemadatan, penyiraman dan yang terakhir uji CBR.

            Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Agregat Lapis Pondasi A dan B.

  1. Penghamparan Material Agregat Lapis Pondasi

Penghamparan material adalah suatu proses meratakan agregat lapis pondasi setelah proses angkut menggunakan dump truk dari base camp. Penghamparan material agregat tidak boleh di lakukan apabila cuaca tidak mendukung seperti pada waktu hujan karena kadar air terlalu tinggi. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum (modified) yang ditentukan olehspesifikasi SNI. Alat untuk menghamparkan material  agregat lapis pondasi menggunakan Motor Grader. Setelah material sudah rata sesuai elevasi dan ketebalan yang di tentukan proses selanjutnya yaitu di padatkan menggunakan alat pemadat vibratory roller.

  1. Proses Pelaksanaan Pemadatan Material Agregat Lapis Pondasi

Pemadatan adalah suatu peristiwa bertambahnya berat volume kering oleh beban dinamis, akibat beban dinamis butir-butir agregat seperti kerikil dan pasir merapat satu sama lain yang saling mengunci sebagai akibat berkurangnya rongga udara. Tujuan pemadatan dapat tercapai dengan pemilihan bahan agregat, cara pemadatan, pemilihan mesin pemadat, dan jumlah lintasan atau passing yang sesuai. Pada pekerjaan pemadatan lapis pondasi agregat di pakai alat pemadat vibratory roller merk Hamm dengan berat 20 ton. Yang perlu di perhatikan dalam pekerjaan pemadatan yaitu penghamparan yang agak berlubang atau kurang rata perlu di tambahkan agregat material secara manual agar mendapat hasil yang padat dan merata.

Proses pekerjaan pemadatan di lapangan yang pertama kali setelah material di hamparkan secara merata yaitu di padatkan dengan compactor setelah agak merata kemudian di siram air secara merata dengan menggunakan water tank dengan kapasitas 5000 liter. Setelah air merata di permukaan agregat yang sudah di padatkan kemudian agregat lapis pondasi di padatkan lagi dengan vibratory roller sampi merata dan padat. Fungsi penyiraman ini untuk pemadatan, karena dengan adanya penyiraman air ini rongga-rongga antara agregat akan terpadatkan dengan sendirinya dan saling mengunci sehingga tidak ada rongga udara di dalamnya.

  1. Uji CBR

CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standard dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama cara umum. Perkerasan jalan harus memenuhi 2 syarat, yaitu :

  1. Secara keseluruhan perkerasan jalan harus cukup kuat untuk memikul berat kendaraan yang akan memakainya.
  1. Permukaan jalan harus dapat menahan gaya gesekan dan keausan dari roda-roda kendaraan, juga terhadap air dan hujan.

Field CBR Test

Bila perkerasan jalan tidak mempunyai kekuatan secukupnya secara keseluruhan, maka jalan tersebut akan mengalami penurunan dan pergeseran, baik pada perkerasan jalan maupun pada tanah dasar. Akibatnya jalan tersebut akan bergelombang besar dan berlobang-lobang, sampai pada akhirnya rusak sama sekali. Sedangkan kalau perkerasan jalan tidak mempunyai lapisan yang kuat, maka permukaan jalan mengalami kerusakan yaitu berupa lobang-lobang kecil dan pada akhirnya akan bertambah banyak dan bertambah besar sampai perkerasan jalan menjadi rusak secara keseluruhan. Jadi untuk menilai kekuatan dasar atau bahan lain yang hendak dipakai untuk menentukan tebal lapisan perkerasan dipergunakan  percobaan CBR. Nilai CBR ini digunakan untuk menilai kekuatan yang juga dipakai sebagai dasar untuk penentuan tebal lapisan dari suatu perkerasan.

Kekuatan tanah dasar tentu banyak tergantung pada kadar airnya. Makin tinggi kadar airnya, makin kecil kekuatan CBR dari tanah tersebut. Walaupun demikian, hal itu tidak berarti bahwa sebaiknya tanah dasar di padatkan dengan kadar air rendah untuk mendapatkan nilai CBR yang tinggi, karena kadar air tidak konstan pada nilai rendah itu. Setelah pembuatan jalan, maka air akan dapat meresap kedalam tanah dasar sehingga kekuatan CBR turun sampai kadar air mencapai nilai yang constant. Kadar air yang constant inilah yang disebut kadar air keseimbangan. Batas-batas kadar air dan berat isi kering dapat ditentukan dari hasil percobaan laboratorium, yaitu percobaan pemadatan dan CBR.Gambar 6.6 alat uji CBR menggunakan Field cbr test set (cbr lapangan)

  1.     Uji Sand Cone

Sand cone test adalah pemeriksaan kepadatan tanah di lapangan dengan menggunakan pasir Ottawa sebagai parameter kepadatan yang mempunyai sifat kering,bersih,keras,tidak memiliki bahan pengikat sehingga dapat mengalir bebas. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dari suatu tanah di lapangan dengan berat isi kering laboratorium. Gambar proses tes kepadatan lapangan menggunakan alat sand sone. Dari proses uji CBR dan Sand Cone apabila di dapat data tidak sesuai spesifikasi maka akan di lakukan perbaikan lapis agregat pondasi atau pemadatan ulang.

Uji Sand Cone

Dibawah ini urutan gambar proses pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan agregat kelas B sampai terakhir pengujian CBR dan sand cone.

lapis pondasi agregatGambar  Lapis Pondasi Agregat Kelas B

 

penghamparan agregatGambar  Proses penghamparan material pondasi

 

pemadatan agregatGambar  Pekerjaan Pemadatan

 

penyiraman air dan pemadatan agregat
Gambar  Pekerjaan Penyiraman Air dan Pemadatan

 

hasil akhir pemadatan agregat
Gambar  Hasil Akhir setelah selesai proses pemadatan

Untuk Anda yang membutuhkan batu split maupun agregat base coarse, bisa menghubungi nomor 0853-2323-3399 untuk info lebih lanjut.

sumber

Pengerjaan Gorong-Gorong Box Culvert

Untuk mengatur aliran air dengan debit yang besar, diperlukan pemasangan gorong-gorong di bawah jalan yang akan dilalui air. Selain lebih efektif dan efisien daripada pembuatan jembatan, harganya pun akan lebih murah.
Gorong-gorong beton (box culvert) adalah gorong-gorong cor di pabrik (precast) ataupun dicor ditempat, dimensi tergantung kepada debit air yang akan dialirkan melalui gorong-gorong. Gorong-gorong yang dicor di pabrik dapat utuh dengan bentuk profil bulat atau persegi ataupun trapesium, ataupun modular yang terpisah atas dengan bawah.standar perencanaan gorong-gorong beton box culvertNamun yang akan dibahas kali ini adalah metode pelaksanaan gorong-gorong (box culvert) yang di cor di tempat.

Box Culvert gorong2
Tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan gorong-gorong (box culvert) antara lain sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Setting Out

- Dalam pekerjaan ini akan dilakukan pengukuran titik-titik box dan pengecekan elevasi, khususnya item pekerjaan yang menyangkut dengan elevasi. Seperti: pekerjaan galian, persiapan lantai kerja, penentuan modifikasi aliran air
2. Pelaksanaan Pekerjaan Galian Struktur (excavation)
Pada pekerjaan ini tanah galian akan dibawa menggunakan dump truck keluar dari area proyek menuju disposal area.
3. Pelaksanaan Pekerjaan Lantai kerja dan Pelat Bawah
- Pekerjaan lantai kerja dengan urugan pasir dan Lean Concrete.
– Pembesian dan pengecoran pelat bawah dengan ukuran besi yang sesuai standar, daripada menurunkan standar yang akan merepotkan di kemudian hari
4. Pelaksanaan Pekerjaan Pembesian, Pemasangan Bekisting dan Perkuatan Samping.
Bekisting adalah pembuatan kolom dengan menggunakan besi Lock Beam yang mengikat sepasang besi hollow membentuk batang yang kuat. Diikat menggunakan Tie Rod dan Wing Nut membentuk sabuk pengikat panel bekisting kolom dan menetralisir tekanan beton sebelum mengeras
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting samping selesai, lalu akan dilanjutkan kemudian dengan pengecoran bagian dinding gorong-gorong (box culvert).
5. Pembesian, Pemasangan Bekisting dan Perkuatan Atas,
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting atas selesai, lalu akan dilanjutkan kemudian dengan pengecoran bagian atas gorong-gorong (box culvert). 

6. Pelepasan Perancah Perkuatan dari Box Culvert.
Setelah selesai dilakukan pengecoran, dan umur beton telah mencapai waktu (biasanya beberapa minggu tergantung sterilisasi hasil cor dari tekanan) dan kekuatan yang direncanakan, selanjutnya akan dilakukan pelepasan perancah.

7. Dilakukan Penimbunan
Setelah pekerjaan dilakukan pelepasan perancah, selanjutnya akan dilakukan penimbunan kembali pada sisa galian gorong-gorong tersebut. Apabila perlu bisa ditambahkan jembatan beton di atasnya pada lebar jalan yang membutuhkan tekanan kendaraan berat.

8. Pemadatan Timbunan
Selanjutnya timbunan tersebut akan dipadatkan kembali untuk jalan kendaraan di atasnya

Untuk Anda yang membutuhkan batu split dan pasir untuk pekerjaan beton Anda, segera hubungi 085323233399. Kami siap membantu Anda

sumber, sumber, gambar

Apa Itu Lapisan Resap dan Lapis Ikat Aspal

Ada satu istilah baru yang akan saya bahas mengenai cara membedakan lapis resap pengikat (prime coat) dan lapis perekat (tack coat) pada konstruksi jalan raya. Mungkin masih ada sedikit dari kita yang kurang paham tentang perbedaan keduanya. Untuk penjelasan lengkapnya dapat dilihat di bawah ini.
Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
perbedaan lapis resap pengikat prime coat dan lapis perekat tack coat
Gambar pelaksanaan lapis resap pengikat (prime coat) menggunakan asphalt distributor
Lapis resap pengikat atau yang disebut juga dengan prime coat merupakan lapisan ikat aspal cair yang diletakkan di atas lapis pondasi agregat Kelas A. Lapis resap pengikat biasanya dibuat dari aspal dengan penetrasi 80/100 atau penetrasi 60/70 yang dicairkan dengan minyak tanah. Volume yang digunakan berkisar antara 0,4 sampai dengan 1,3 liter/ m2 untuk lapis pondasi agregat kelas A dan 0,2 sampai 1 liter/m2 untuk pondasi tanah semen. Setelah pengeringan selama 4 sampai 6 jam, bahan pengikat harus telah meresap kedalam lapis pondasi. lapis resap pengikat yang berlebih dapat mengakibatkan pelelehan (bleeding) dan dapat menyebabkan timbulnya bidang geser. Oleh karena itu, untuk daerah yang berlebih ditabur dengan pasir halus dan dibiarkan agar pasir tersebut diselimuti aspal.
Fungsi dari lapis resap pengikat antara lain :
– Memberikan daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran aspal
– Mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat (segregasi) jika dilewati kendaraan sebelum dilapis dengan campuran aspal.
– Menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca, khususnya hujan. Sehingga air tidak masuk ke dalam lapisan pondasi agregat yang dapat mengakibatkan kerusakan struktur jalan. Sangat berguna di Indonesia ketika tahap penyelesaian di musim penghujan.
Lapis Perekat (Tack Coat)
pengertian lapis perekat tack coat
Gambar pelaksanaan lapis perekat (tack coat) menggunakan asphalt distributor
Lapis perekat (tack coat) merupakan lapisan aspal cair yang diletakkan di atas lapisan beraspal atau lapis beton semen sebelum lapis berikutnya dihampar. Lapis perekat berfungsi untuk memberikan daya ikat antara lapis lama dengan baru
Bahan lapis perekat terdiri dari aspal emulsi yang cepat menyerap atau aspal keras pen 80/100 atau pen 60/70 yang dicairkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. Pemakaiannya berkisar antar 0,15 liter/m2 sampai 0,50 liter /m2. Lebih tipis dibandingkan dengan pemakaian lapis resap pengikat.
Tata Cara Pelaksanaan
cara pelaksanaan pembersihan permukaan jalan
Gambar pembersihan permukaan jalan menggunakan air compressor
Pemasangan lapis resap pengikat atau lapis perekat dilaksanakan setelah permukaan lama dibersihkan dengan air compressor, sehingga tekstur perkerasan lama menjadi bersih dan terlihat jelas.
cara kerja hand spayer pada pekerjaan lapis resap pengikat prime coat dan lapis perekat tack coat
Gambar penyemprotan lapis perekat (tack coat) menggunakan hand sprayer
Sebelum dilakukan penyemprotan oleh pelaksana proyek, batas permukaan yang akan disemprot harus diukur dan ditandai. Pelaksanaan penyemprotan lapis resap pengikat dan lapis perekat menggunakan alat asphalt distributorAsphalt distributor adalah truk atau kendaraan lain yang dilengkapi dengan aspal, pompa, dan batang penyemprot. Umumnya truk juga dilengkapi dengan pemanas untuk menjaga temperatur aspal. Apabila diizinkan oleh direksi pekerjaan, pelaksanaannya dapat menggunakan alat penyemprot tangan (hand sprayer). Hand sprayer sering digunakan untuk daerah – daerah yang sulit dijangkau dengan Asphalt Distributor. Agar memperoleh hasil merata, sebaiknya pelaksanaanya dikerjakan oleh operator terampil dan telah teruji coba dengan baik.
Kondisi Cuaca yang diizinkan untuk bekerja
Lapis resap pengikat dan lapis perekat hanya disemprot saat kondisi permukaan jalan dalam keadaan kering, dan tidak boleh dikerjakan saat angin kencang, hujan atau akan terjadinya hujan.Untuk Anda yang membutuhkan batu split untuk proyek pembuatan jalan, dapat langsung menghubungi kami di 0853-2323-3399

 

Proses Pembuatan Beton Pra Cetak

Anda mungkin sering atau pernah melihat proyek pembuatan jalan layang yang menyatukan beberapa segmen beton langsung di lokasi proyek. Nah, bagaimana sebenarnya proses pembuatan beton pracetak dilaksanakan? Beton pracetak adalah salah satu jenis beton yang dibuat di dalam pabrik sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Setelah pembuatan beton tersebut selesai, beton selanjutnya akan di angkut ke lokasi proyek pembangunan untuk dilakukan pemasangan.

beton jalan layang

Berdasarkan surat keputusan SNI T-15-1991-03, pengertian beton pracetak ialah komponen beton yang dicor di tempat yang bukan merupakan posisi akhir dalam suatu struktur. Pada umumnya, beton pracetak mempunyai kekuatan yang berkisar antara 4.000-6.000 psi atau bahkan lebih. Keunggulan utama beton ini antara lain dapat menghemat anggaran biaya, menghemat penggunaan bekisting, kualitasnya terkontrol dengan baik, serta tercapainya efisiensi waktu.

proses-pembuatan-beton-pracetak.jpg

Proses Pembuatan Beton Pracetak

Di bawah ini langkah-langkah dalam pembuatan beton pracetak, yuk kita simak bersama..

Langkah 1 : Pembuatan Cetakan

Cetakan berfungsi untuk membentuk beton dengan spesifikasi yang sesuai perencanaan. Bahan baku untuk membuat cetakan beton yaitu papan kayu. Papan-papan kayu tersebut lantas dibentuk kotak dan ditahan menggunakan paku secukupnya. Penentuan ukuran dari cetakan harus benar-benar diperhatikan karena akan mempengaruhi hasil jadi beton pracetak. Penyusunan cetakan beton yang baik, dapat membuat material kayu seyogyanya bisa dipakai lagi hingga sebanyak 50 kali.

Langkah 2 : Pembuatan Adukan Beton

Secara prinsip, pembuatan adukan beton dilakukan dengan mencampurkan bahan pengisi dan bahan pengikat menjadi satu. Bahan-bahan yang dimaksud antara lain pasir, kerikil / batu split, semen, dan air dengan perbandingan komposisi sesuai kualitas yang diharapkan. Untuk mengubah sifat alami dari beton, Anda bisa menambahkan zat aditif tertentu ke dalam adukan tersebut. Bahan material yang digunakan, seperti batu split pun harus dengan kualitas yang baik supaya cetakan kuat dan kokoh. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi website kami http://www.jualbatusplit.com atau hubungi 085323233399.

Langkah 3 : Penuangan Adukan Beton

Adukan beton yang sudah terbentuk kemudian dituangkan ke dalam cetakan. Pastikan dalam penuangannya, adukan ini disebarkan secara merata dan memenuhi setiap bagian cetakan. Penuangan adukan yang salah akan menyebabkan mutu beton menurun. Bahkan kekuatan beton pun dapat berkurang drastis apabila penampangnya tidak tercetak sempurna. Adukan beton sebaiknya dituangkan setengahnya dahulu, kemudian dilakukan pemasangan tulangan baja di tengah cetakan, dan diteruskan lagi dengan penuangan adukan sampai penuh.

Langkah 4 : Pemasangan Tulangan Baja

Kebanyakan beton pracetak dipakai untuk menahan beban dari bangunan. Tidak hanya pelat lantai, beton ini juga kerap digunakan sebagai pembentuk struktur balok dan kolom bangunan. Oleh karena itu, beton harus mampu menahan gaya beban dan gaya tarik dengan baik. Solusinya Anda bisa memasang beberapa tulangan baja ke dalam adukan beton di dalam cetakan tadi sehingga nantinya akan terbentuk beton bertulang. Pemasangan tulangan dilakukan ketika kondisi adukan masih basah. Ukuran baja juga harus dipertimbangkan dengan baik. Semakin berat struktur yang disangga, diameter pun harus semakin besar.

Langkah 5 : Pengeringan Beton

Adukan beton sebaiknya dikeringkan secara alami dengan cara mengangin-anginkannya. Penjemuran adukan beton di bawah terik sinar matahari langsung justru dapat mengakibatkan beton mengalami keretakan sehingga tak layak pakai. Selama proses pengeringan berlangsung, beton juga perlu disiram dengan air secara berkala untuk menghindari beton mengering secara mendadak. Perawatan terhadap beton dilakukan sampai berumur 7 hari, sedangkan beton akan mengering sempurna dan boleh digunakan setelah usianya mencapai 30 hari.

sumber

Konstruksi Lapisan Aspal di Indonesia

Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan kontraktor jalan raya yang membeli material batu split kami. Ada istilah-istilah yang saat itu saya kurang mengerti AC-WC, AC-BC dan lain-lain. Untuk itu saya membagikan artikel ini untuk Anda para pembaca.

Perkerasan jalan dibedakan menjadi 2 yaitu perkerasan kaku (rigid pavement) dan perkerasan lentur (flexible pavement), Baca juga  tulisan tentang salah satu faktor penyebab kerusakan jalan.  Pada tulisan saya kali ini mencoba membahas perkerasan lentur, yaitu jalan aspal, lebih detailnya beton aspal (Asphalt Concrete)

Menurut Bina Marga (2007), Aspal beton merupakan campuran yang homogen antara  agregat (agregat kasar, agregat halus dan bahan pengisi atau filler) dan aspal sebagai bahan pengikat  yang mempunyai gradasi  tertentu, dicampur, dihamparkan dan dipadatkan pada suhu tertentu untuk menerima beban lalu lintas yang tinggi.

Aspal beton  (Asphalt Concrete) di Indonesia dikenal dengan Laston (Lapisan Aspal Beton) yaitu  lapis permukaan struktural atau lapis pondasi atas. Aspal beton terdiri atas 3 (tiga) macam lapisan, yaitu Laston Lapis Aus  ( Asphalt Concrete- Wearing Course atau AC-WC), Laston Lapis Permukaan Antara ( Asphalt Concrete- Binder Course atau AC-BC) dan Laston Lapis Pondasi ( Asphalt Concrete- Base atau AC-Base). Ketebalan nominal minimum masing-masing 4 Cm, 5 Cm, dan 6 Cm.

lapisan-aspal-beton

 

Asphalt Concrete – Wearing Course

Asphalt Concrete -Wearing Course merupakan lapisan perkerasan yang terletak paling atas dan berfungsi sebagai  lapisan aus. Walaupun bersifat non struktural, AC-WC dapat menambah daya tahan perkerasan terhadap penurunan mutu sehingga secara keseluruhan menambah masa pelayanan dari konstruksi perkerasan.

Asphalt Concrete – Binder Course

Lapisan ini merupakan lapisan perkerasan yang terletak dibawah lapisan aus (Wearing Course) dan di atas lapisan pondasi  (Base Course). Lapisan ini tidak berhubungan langsung dengan cuaca, tetapi harus mempunyai ketebalan dan kekauan yang cukup untuk mengurangi tegangan/regangan akibat beban lalu lintas yang akan diteruskan  ke lapisan di bawahnya  yaitu Base dan Sub Grade (Tanah Dasar). Karakteristik yang terpenting pada campuran ini adalah stabilitas.

Asphalt Concrete – Base

Lapisan ini merupakan perkerasan yang terletak di bawah lapis pengikat (AC- BC), perkerasan tersebut  tidak berhubungan  langsung dengan cuaca, tetapi perlu memiliki stabilitas untuk menahan beban lalu lintas yang disebarkan melalui roda kendaraan.  Perbedaan terletak pada jenis gradasi agregat dan kadar aspal yang digunakan. Menurut Departemen Pekerjaan Umum  (1983)  Laston Atas atau lapisan pondasi atas ( AC- Base) merupakan pondasi perkerasan yang terdiri dari campuran agregat dan aspal dengan perbandingan tertentu dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas. Lapis Pondasi (AC- Base ) mempunyai fungsi memberi dukungan lapis permukaan; mengurangi regangan dan tegangan; menyebarkan dan meneruskan beban konstruksi jalan di bawahnya (Sub Grade)

lapis-perkerasan-lentur

Lapisan perkerasan lentur adalah perkerasan yang memanfaatkan aspal sebagai bahan pengikat. Lapisan-lapisan perkerasannya bersifat memikul dan meyebarkan beban lalu lintas ke tanah dasar. yang telah dipadatkan. Aspal beton campuran panas merupakan salah satu jenis lapis perkerasan konstruksi perkerasan lentur. Jenis perkerasan ini merupakan campuran homogen antara agregat dan aspal sebagai bahan pengikat pada suhu tertentu. Berdasarkan fungsinya  aspal beton dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Sebagai lapis permukaan yang tahan terhadap cuaca, gaya geser dan tekanan roda serta memberikan lapis kedap air yang dapat melindungi lapis dibawahnya dari rembesan air.
  • Sebagai Lapis Pondasi atas
  • Sebagai Lapis pembentuk pondasi, jika dipergunakan pada pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan jalan

Sesuai fungsinya maka lapis aspal beton atau perkerasan lentur mempunyai kandungan agregat dan aspal yang berbeda. Sebagai lapis pondasi, maka kadar aspal yang dikandungnya haruslah cukup sehingga dapat memberikan lapis yang kedap air. Agregat yang dipergunakan agak kasar jika dibandingkan dengan aspal beton yang berfungsi sebagai lapis aus atau lapisan permukaan.

Untuk Anda yang membutuhkan batu split berkualitas, langsung saja hubungi sekarang juga di 0853-2323-33399 (Ron)

sumber artikel

Kerusakan Jalan Aspal – Jenis Retak

Sebelum strategi perbaikan yang tepat dapat diterapkan pada jalan aspal yang rusak, jenis dan tingkat kerusakan harus dipahami, dan penyebab distres harus diidentifikasi.

Tipe umum dari masalah aspal jalan meliputi: retak; distorsi; kehancuran; selip aspal; Dan gangguan perawatan permukaan. Beberapa penyebab khas kemerosotan perkerasan meliputi: beban muatan lalu lintas; Pengaruh lingkungan atau iklim; Kekurangan drainase; Masalah kualitas bahan batu split; Kekurangan konstruksi; Dan kontributor eksternal, seperti pemotongan utilitas.

Seiring dengan bertambahnya usia dan pengaruh beban berulang-ulang dari kendaraan yang melintas, tekanan jalan aspal mulai terakumulasi. Tekanan akan terakumulasi dan menyebabkan timbulnya celah; Sebagai contoh, celah dapat memungkinkan air masuk ke lapisan aspal dan menyebabkan pengembangan lubang atau pengupasan. Jadi penting untuk melakukan perawatan yang tepat waktu.

Beberapa jenis retak dapat berkembang di trotoar aspal. Perbaikan tergantung pada jenis retak. Beberapa retakan terkait dengan muatan dan beberapa disebabkan oleh suhu atau lingkungan. Jenis-jenis keretakan jalan antara lain :

Fatigue Cracking.
Kelelahan retak kadang-kadang disebut retak kulit buaya karena celah yang saling berhubungan yang menyerupai kulit buaya. Kelelahan retak disebabkan oleh kemerosotan terkait beban akibat turunnya base course atau tanah dasar, terlalu sedikit ketebalan perkerasan (material batu split), overloading, atau kombinasi dari faktor-faktor ini.

Block Cracking.
Block cracking adalah serangkaian celah besar (biasanya satu kaki atau lebih), retakan persegi panjang pada permukaan perkerasan aspal. Jenis retak ini biasanya mencakup area yang luas dan mungkin terjadi di daerah yang tidak memiliki lalu lintas. Keretakan blok biasanya disebabkan oleh penyusutan perkerasan aspal akibat siklus suhu.

Edge Cracking.
Retakan tepi adalah retak longitudinal yang berkembang dalam satu atau dua kaki dari tepi luar trotoar. Retakan ini terbentuk karena kurangnya dukungan pada tepi perkerasan.

Retak longitudinal
Retakan longitudinal terjadi sejajar dengan garis tengah trotoar. Mereka bisa disebabkan oleh: sendi yang dibangun dengan buruk; Penyusutan lapisan aspal; Retak yang memantul dari lapisan yang mendasari; Dan pemisahan longitudinal karena pelapisan aspal yang tidak semestinya. Retakan ini tidak terkait dengan beban.

Potongan melintang
Retakan transversal terjadi kira-kira tegak lurus terhadap garis tengah jalan. Mereka bisa disebabkan oleh penyusutan lapisan aspal atau refleksi dari celah yang ada. Mereka tidak terkait dengan muatan.

Refleksi Cracking.
Retakan refleksi adalah retakan yang terbentuk di atas persendian atau retakan di perkerasan beton atau di hamparan aspal aspal yang memburuk. Retaknya retak karena pergerakan trotoar tua.

Slipage Cracking.
Retakan celah adalah retakan berbentuk bulan sabit yang terbentuk karena campuran aspal dengan kekuatan rendah atau ikatan yang buruk antara lapisan perkerasan. Bentuk retak akibat gaya yang diaplikasikan dengan memutar atau mengerem gerak kendaraan.

 

Nah, pasti bapak / ibu pemilik proyek pemenang tender tidak mau khan jalan aspal yang Anda buat menjadi retak bermasalah dan malah membebani biaya perawatan / maintenance cost proyek Anda di kemudian hari?

Untuk informasi batu split Merak / Bojonegara dengan kualitas TERBAIK dan TERPERCAYA, bisa menghubungi kami di 081-383-223-288 atau email ke sales@jualbatusplit.com. Untuk masalah harga, tenang saja pak / bu, HARGA batu split kami menyesuaikan dengan bujet proyek Anda kok.
Langsung saja hubungi kami ya untuk jual beli batu split..
Terima kasih atas perhatian bapak dan ibu..

sumber

 

Kerusakan Jalan Aspal – Tingkat Keparahan

Jenis kerusakan jalan aspal berupa retak / cracking disebabkan oleh beberapa hal, antara lain beban muatan angkutan berlebihan yang setiap hari melewati jalan tersebut, drainase aliran air yang buruk, lapisan base coarse atau subgrade yang tipis dan lemah, serta stripping atau lepasnya perlekatan antara cairan aspal dengan agregat atau batu split di bawahnya. Stripping bisa disebabkan kualitas batu split yang kurang bagus maupun kekotoran material batu itu sendiri sehingga perlekatan dengan aspal menjadi berkurang karena aspal cair menjadi banyak terserap oleh gumpalan kotoran contohnya tanah yang menempel di batu.

Berdasarkan tingkat keparahan (severity)
Menurut Metropolitan Transportation Commission (1986) berdasarkan tingkat keparahan, retak jalan aspal dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  1. Retak Aspal Ringan (low)
    Kerusakan yang ditandai dengan serangkaian retak halus yang terpisah sendiri-sendiri maupun saling terhubung tanpa ada retakan yang pecah. Retak halus ini bila dibiarkan tanpa perbaikan akan menjadi retak sedang.

retak keparahan rendahGambar Retak dengan Tingkat Keparahan Rendah

  1. Retak Aspal Sedang (medium)
    Kerusakan yang ditandai dengan serangkaian retak di aspal yang terhubung membentuk kotak-kotak maupun pola-pola kecil. Pola retak sudah cukup kelihatan jelas karena sudah terdapat retak yang mulai pecah.

retak keparahan sedangGambar Retak dengan Tingkat Keparahan Sedang

3. Retak Aspal Berat (high)
Kerusakan yang ditandai dengan serangkaian retak menyerupai kulit buaya yang keseluruhan retaknya sudah pecah sehingga jika dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya alur memanjang bahkan lubang pada jalan aspal.

retak keparahan beratGambar Retak dengan Tingkat Keparahan Berat

Nah, pasti bapak / ibu pemilik proyek pemenang tender tidak mau khan jalan aspal yang Anda buat menjadi retak bermasalah dan malah membebani biaya perawatan / maintenance cost proyek Anda di kemudian hari?

Untuk informasi batu split Merak / Bojonegara dengan kualitas TERBAIK dan TERPERCAYA, bisa menghubungi kami di 081-383-223-288 atau email ke sales@jualbatusplit.com. Untuk masalah harga, tenang saja pak / bu, HARGA batu split kami menyesuaikan dengan bujet proyek Anda kok.
Langsung saja hubungi kami ya..
Terima kasih atas perhatian bapak dan ibu..

sumber

JENIS – JENIS KERUSAKAN PADA LAPIS PONDASI ATAS DAN BAWAH

Di artikel kali ini, admin akan membahas jenis kerusakan jalan aspal pada lapis pondasi atas dan bawah termasuk bagaimana cara penanganannya.

  1. Aspal Amblas

Aspal amblas ambles adalah  penurunan  perkerasan  yang  terjadi  pada  area  terbatas  yang mungkin  dapat  diikuti  dengan  retakan.  Penurunan  ditandai  dengan adanya genangan air pada permukaan perkerasan yang membahayakan arus lalu lintas yang lewat. Faktor penyebab kerusakan :

  1. Beban lalu lintas berlebihan
  2. Penurunan  sebagian  dari  perkerasan  akibat  lapisan  dibawah  perkerasan mengalami penurunan.
  3. Konsolidasi atau Gerakan Tanah Pondasi.
    Penurunan  konsolidasi  tanah  di  bawah  timbunan  menyebabkan  distori  perkerasan. Perkerasan  lentur  yang  dibangun  diatas  kotoran  atau  tanah  gambut,  akan memunculkan  area  yang  ambles

Cara untuk menangani kerusakan ambles dengan cara mengisi bagian jalan yang amblas dengan agregat batu split, kemudian dengan pemadatan dengan campuran aspal. Untuk amblas < 5 cm, bagian yang rendah diisi dengan bahan sesuai seperti lapen, lataston, laston. Untuk amblas yang > 5 cm, bagian yang amblas dibongkar dan dilapisi kembali dengan lapis yang sesuai.

1 amblas
Jalan Aspal Amblas

Jalan amblas ini pernah penulis temukan pada tahun 2012-2013 di kota Samarinda, tepatnya di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur

  1. Aspal Mengembang (Swell)

Aspal mengembang adalah naiknya tanah dasar akibat pengembangan yang menghasilkan retak parah di permukaan perkerasan.
•  Faktor penyebab kerusakan
1).  Mengembangnya material lapisan di bawah perkerasan atau tanah dasar.
2). Tanah dasar perkerasan mengembang, bila kadar air naik. Umumnya, hal ini terjadi bila tanah pondasi berupa lempung yang mudah mengembang oleh kenaikan kadar air.
•  Cara perbaikan
1). Menambal di seluruh kedalaman.
2). Pembongkaran  total  area  yang  rusak  dan  menggantikannya  dengan material baru.
3). Perataan permukaan dengan cara menimbunnya dengan material batu split baru.
4). Sembarang  cara,  untuk  perbaikan  permanen,  pada  prinsipnya  harus ditunjukan untuk menstabilkan kadar air dalam struktur perkerasan.

1 mengembang
Jalan aspal mengembang www.jualbatusplit.com
  1. Alur (rutting)
    Alur aspal adalah  deformasi  permukaan  perkerasan  aspal  dalam  bentuk  turunnya perkerasan ke arah memanjang pada lintasan roda kendaraan..
    Faktor penyebab kerusakan
    1). Pemadatan  lapis  permukaan  dan  pondasi  (base coarse)  kurang,  sehingga  akibat beban lalu lintas lapis pondasi memadat lagi.
    2). Kualitas campuran aspal rendah, ditandai dengan gerakan arah lateral dan ke bawah dari campuran aspal di bawah beban roda berat.
    3). Gerakan  lateral  dari  satu  atau  lebih  dari  komponen  pembentuk  lapis perkerasan yang kurang padat. Contohnya terjadinya alur pada lintasan roda yang  disebabkan  oleh  deformasi  dalam  lapis  pondasi  atau  tanah  dasar
    4). Tanah dasar lemah atau agregat pondasi kurang tebal, pemadatan kurang, atau terjadi pelemahan akibat infiltrasi air tanah karena drainase air kurang baik.
  • Cara perbaikan.
    1). Jika  penyebabnya  adalah  lemahnya  lapis  pondasi  atau  tanah  dasar, pembangunan  kembali  perkerasan  secara  total  mungkin  diperlukan, termasuk juga penambahan drainase, terutama jika air menjadi salah satu penyebabnya.
1 rutting
Jalan Aspal Rutting Beralur www.jualbatusplit.com
  1. Bergelombang.
    Perbaikan yang paling baik dilakukan pada aspal bergelombang adalah dengan menambal di seluruh kedalaman. Jika perkerasan mempunyai agregat fondasi (base) dengan lapisan tipis perawatan permukaan maka permukaan dikasarkan kemudian dicampur dengan material fondasi, dan dipadatkan lagi sebelum meletakkan lapisan.
  • Faktor penyebab kerusakan
    1). Aksi  lalu  lintas  yang  disertai  dengan  permukaan  perkerasan  atau  lapis pondasi  yang  tidak  stabil.  Permukaan  perkerasan  yang  tidak  stabil  ini disebabkan  karena  campuran  lapisan  aspal  yang  buruk,  misalnya  akibat terlalu  tingginya  kadar  aspal,  terlalu  banyaknya  agregat  halus,  agregat batu split berbentuk bulat dan licin, atau terlalu lunaknya campuran semen.
    2). Kadar  air  dalam  lapis  pondasi  granuler  (granular  base)  terlalu  tinggi sehingga tidak stabil
1 bergelombang
Jalan Aspal Bergelombang www.jualbatusplit.com

 

Nah, pasti bapak / ibu pemilik proyek pemenang tender tidak mau khan jalan aspal yang Anda buat menjadi retak bermasalah dan malah membebani biaya perawatan / maintenance cost proyek Anda di kemudian hari?

Untuk informasi batu split Merak / Bojonegara dengan kualitas TERBAIK dan TERPERCAYA, bisa menghubungi kami di 081-383-223-288 atau email ke sales@jualbatusplit.com. Untuk masalah harga, tenang saja pak / bu, HARGA batu split kami menyesuaikan dengan bujet proyek Anda kok.
Langsung saja hubungi kami ya..
Terima kasih atas perhatian bapak dan ibu..

Mengapa Jalan Raya Di Indonesia Lebih Cepat Rusak?

Jalan-jalan raya di Indonesia relatif cepat sekali rusak, atau mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif sangat pendek setelah diperbaiki.

Para pemakai jalan seringkali harus menerima kenyataan bahwa banyak jalan raya cepat sekali mengalami kerusakan, walaupun baru saja diperbaiki atau direhabilitasi. Masalah kerusakan dini (premature deterioration) jalan-jalan ini merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi Ditjen Bina Marga.

Pada umumnya, untuk problem kerusakan jalan seperti ini, masyarakat pengguna jalan selalu menyalahkan Konsultan Perencana/Supervisi Jalan atau Kontraktor Pelaksana dan Pemerintah yang membiayai pembangunan jalan ini. Mereka dikatakan ”tidak becus, mencuri, korupsi”, dan lain-lain sebagainya.

Pandangan di atas kiranya perlu diluruskan, karena biarpun pandangan tersebut ada benarnya, ada beberapa argumentasi yang menunjukkan bahwa pandangan tersebut kurang proporsional, demikian penjelasan Profesor Ir. Mochtar Indrasurya B, Ph.D.

Menurut Prof. Ir. Mochtar Indrasurya B, Ph.D., kondisi kerusakan dini ini terutama disebabkan oleh 4 (empat) masalah, yaitu:

1. muatan berlebihan kendaraan berat (overloaded)
Diakui atau tidak, kerusakan jalan akan secara eksponensial lebih cepat terjadi akibat muatan lebih, di samping faktor-faktor lain seperti pengaruh lingkungan, banjir, kebijakan perumusan sasaran hingga pewujudan sasaran (atau mulai pengaturan, pembinaan, pembangunan, pengawasan, hingga pengoperasiannya) dan lain-lain.

Yang tidak mudah dipahami dan menjadi ironis adalah kesan bahwa tujuan jembatan timbang seolah-olah lebih dimaksudkan sebagai sarana perolehan distribusi atau pendapatan denda pelanggaran, sedangkan tujuan utama sebagai pengendali menjadi kabur.

2. Ketidaksesuaian standard mutu lapisan perkerasan jalan untuk lalu-lintas berat
Sebagai salah satu standar mutu kekuatan lapisan perkerasan aspal selama ini dikenal batas harga stabilitas Marshall ( Marshall Stability ) yang bagi lalu-lintas berat di Indonesia adalah minimal 840 kg untuk Brittish Standard, dan 680 kg atau 1500 lbs untuk AASHTO, namun standard kita saat ini mensyaratkan minimal 840 kg pada suhu 60 derajat Celsius.

Syarat minimal Stabilitas Marshall tersebut sesungguhnya hanya cocok untuk kendaraan berat dengan muatan normal, tidak dengan muatan muatan berlebihan seperti di atas. Dengan muatan yang wajar roda kendaraan truk dipompa sesuai dengan tekanan angin yang dipersyaratkan, yaitu 80 psi atau 5,6 kg/cm2 dan maksimal 100 psi. Akan tetapi di Indonesia dengan muatan yang berlebihan tersebut tidak mungkin lagi tekanan angin roda hanya 80 psi, karena roda belakang truk yang terdiri atas 2 ban karet akan menggelembung dan saling bergesekan.

Hampir semua roda truk di Indonesia dipompa dengan tekanan angin di atas 120 psi dan sebagian roda truk berat bahkan dipompa sampai 150 psi atau hampir 2 kali tekanan angin yang disyaratkan. Ini biasanya menggunakan ban setara 16 ply rate yang tidak diproduksi oleh pabrik ban luar negeri

3. kekeliruan dalam pedoman penentuan tebal lapisan perkerasan jalan
Hal ini termasuk penentuan kuantitas dan kualitas batu split yang digunakan.

4. kurang baiknya sistem drainase jalan.
Banyak jalan-jalan di Indonesia yang tergenang air pada saat musim hujan, dan ini terjadi akibat buruknya sistem drainase air di sekitar jalan tersebut. Adanya air yang menggenangi permukaan jalan aspal menjadi salah satu penyebab utama kerusakan konstruksi perkerasan jalan, karena perkerasan aspal tidak akan kuat bertahan bila sering tergenang air.

Genangan air dapat menyebabkan kerusakan pada tanah sub-grade dibawah lapisan perkerasan, yang bila di tambah dengan volume lalu-lintas truk berat yang menyangkut muatan berlebihan merupakan kombinasi yang sangat fatal bagi perkerasan aspal.

Masalah sistem drainase ini sering terlupakan oleh para perencana jalan, pada hal sistem drainase jalan tidak hanya terbatas pada ruas jalan yang diperbaiki, akan tetapi mencakup interkoneksi saluran drainase jalan dengan sistem drainase yang lebih luas.

Paradigma mengejar target efektif dengan melupakan target fungsional drainase harus diubah. Pada awal tahun 2008 terjadi banjir besar di Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur yang disusul dengan bencana alam yang mengakibatkan terputusnya jalan-jalan nasional/provinsi/kabupaten pada ketiga provinsi di atas. Tentu dapat dipahami mengapa ruas jalan di wilayah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V (Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta) mengalami kerusakan.

sumber

Untuk Anda yang membutuhkan batu split untuk proyek Anda, bisa hubungi kami di 087773399966