All posts by admin

Pasir Beton Dan Pasir Cor

Kebutuhan pasir untuk pekerjaan konstruksi saat ini semakin meningkat, terutama di era presiden Jokowi yang menggenjot proyek infrastruktur di mana-mana. Pasir yang bagus digunakan untuk pengecoran atau beton adalah pasir yang mengandung sedikit kadar lumpur dan sedikit kadar garamnya. Kenapa? Karena kadar lumpur yang tinggi dapat menyebabkan cor cepat retak dan keropos. Untuk tahu lebih lanjut jenis pasir yang dibutuhkan, yuk kita bahas satu persatu.

Pasir untuk konstruksi dibedakan menjadi 3, yaitu pasir beton, pasir pasang, dan pasir urug.

Pasir Beton

Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5% berat. Pasir beton sering digunakan untuk pekerjaan cor-coran struktur seperti kolom, cor sloof, balok dan pelat lantai.

Untuk mendapatkan kekuatan beton yang optimal maka pasir harus dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a)Pasir beton harus bersih, bila diuji dengan larutan pencuci khusus, tinggi endapan pasir yang kelihatan dibandingkan dengan tinggi seluruh endapan tidak kurang dari 70%.

b) Kadar butiran yang lewat ayakan 0,063 mm (kadar lumpur) tidak boleh lebih dari 5% berat. Apabila lebih dari 5% harus dicuci terlebih dahulu.

c) Angka kehalusan butir (FM) terletak antara 2,2 – 3,2 bila diuji dengan rangkaian ayakan 0,16 ; 0,315; 0,63; 1,25; 2,50; 0,5 dan 10 mm, fraksi yang lewat ayakan 0,3 mm minimal 15% berat.

d) Pasir tidak boleh mengandung zat-zat organik yang dapat mengurangi mutu beton. Untuk memeriksanya pasir direndam pada cairan 3% NaOH, cairan di atas endapan tidak boleh lebih gelap dari warna larutan pembanding.

e) Kekekalan terhadap larutan Na4SO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 12% berat. Kekekalan terhadap larutan MgSO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 10% berat.

f) Untuk beton dengan tingkat keawetan tinggi, reaksi pasir terhadap alkali harus negatif.

Syarat Batas Gradasi Pasir yang Baik menurut SNI

Pasir Sungai Pasir Beton

Pasir Pasang

Berdasarkan tempat penambangan, maka pasir pasang di bedakan dalam 2 jenis sebagai berikut :

  1. Pasir Gunung, adalah pasir yang diperoleh dari hasil galian , butirannya kasar dan tidak terlalu keras. Biasanya pasir jenis ini mengandung pozolan (jika dicampur dengan kapur padam dan air setelah beberapa waktu dapat mengeras sehingga membentuk suatu massa padat dan sukar larut dalam air). Untuk pengolahan lebih lanjut biasanya pasir di cuci dahulu. Contoh daerah yang memproduksi pasir gunung adalah pasir Galunggung di daerah Tasikmalaya, pasir lokal (seperti pasir Cilegon, pasir Rumpin, pasir Jawilan)

2. Pasir Sungai, adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm – 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. Pasir sungai umumnya didapatkan dari daerah Pontianak sehingga orang biasa menyebut pasir Pontianak, pasir dari Pulang Pisau Kalimantan Tengah, dan pasir Lampung. Yang perlu diperhatikan dari pasir sungai adalah adanya kandungan organik yang ikut tersedot oleh pompa ke dalam timbunan

pasir sungai pasir pontianak

3. Pasir Darat, adalah pasir yang didapat dari dataran di darat. Karakteristiknya hampir sama dengan pasir gunung sehingga untuk penggunaan lebih lanjut harus melalui tahap pencucian. Daerah yang memproduksi pasir darat adalah pasir Bangka, pasir Belitung,

Untuk info harga dan kebutuhan pasir proyek konstruksi Anda, segera hubungi kami di 087773399966 bisa via WA atau phone. Terpercaya sejak tahun 2012, kami akan antar ke lokasi proyek Anda.

Perbedaan Batu Agregat A dan B

Kali ini, jualbatusplit akan menerangkan apa perbedaan agregat atau yang biasa disebut base coarse

Lapis pondasi bawah atau di sebut agregat lapis pondasi kelas B adalah bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi dan tanah dasar. Fungsi dari lapis pondasi bawah ini antara lain yaitu:

  1. Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda.
  2. Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi.
  3. Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas.
  4. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.
  5. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.

Lapis pondasi atas atau di sebut agregat lapis pondasi kelas A adalah bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi bawah dan lapisan permukaan.Fungsi dari lapis pondasi ini antara lain yaitu:

  1. Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda.
  2. Sebagai lapisan peresapan untuk pondasi bawah.
  3. Memberikan bantalan terhadap lapisan permukaan

Pada proyek pembangunan jalan,  material agregat yang di pakai sama yaitu batu pecah yang sudah di olah dengan mesin stone cruser dan gradasi atau ukuran di buat sama sesuai spesifikasi yang di butuhkan untuk pembuatan pondasi jalan raya. Pada pekerjaan pondasi jalan raya di bagi menjadi dua segmen yaitu meliputi pekerjaan perkerasan lapis pondasi agregat kelas B 30 cm atau sesuai spesifikasi yang diminta, setelah pekerjaan lapis pondasi kelas B selesai selanjutnya pekerjaan pondasi atas yang di sebut juga perkerasan lapis pondasi agregat kelas A dengan tebal 20 cm atau sesuai spesifikasi yang diminta. Pada proses pekerjaan  lapis pondasi terdiri dari penghamparan material, pemadatan, penyiraman dan yang terakhir uji CBR.

            Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Agregat Lapis Pondasi A dan B.

  1. Penghamparan Material Agregat Lapis Pondasi

Penghamparan material adalah suatu proses meratakan agregat lapis pondasi setelah proses angkut menggunakan dump truk dari base camp. Penghamparan material agregat tidak boleh di lakukan apabila cuaca tidak mendukung seperti pada waktu hujan karena kadar air terlalu tinggi. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum (modified) yang ditentukan olehspesifikasi SNI. Alat untuk menghamparkan material  agregat lapis pondasi menggunakan Motor Grader. Setelah material sudah rata sesuai elevasi dan ketebalan yang di tentukan proses selanjutnya yaitu di padatkan menggunakan alat pemadat vibratory roller.

  1. Proses Pelaksanaan Pemadatan Material Agregat Lapis Pondasi

Pemadatan adalah suatu peristiwa bertambahnya berat volume kering oleh beban dinamis, akibat beban dinamis butir-butir agregat seperti kerikil dan pasir merapat satu sama lain yang saling mengunci sebagai akibat berkurangnya rongga udara. Tujuan pemadatan dapat tercapai dengan pemilihan bahan agregat, cara pemadatan, pemilihan mesin pemadat, dan jumlah lintasan atau passing yang sesuai. Pada pekerjaan pemadatan lapis pondasi agregat di pakai alat pemadat vibratory roller merk Hamm dengan berat 20 ton. Yang perlu di perhatikan dalam pekerjaan pemadatan yaitu penghamparan yang agak berlubang atau kurang rata perlu di tambahkan agregat material secara manual agar mendapat hasil yang padat dan merata.

Proses pekerjaan pemadatan di lapangan yang pertama kali setelah material di hamparkan secara merata yaitu di padatkan dengan compactor setelah agak merata kemudian di siram air secara merata dengan menggunakan water tank dengan kapasitas 5000 liter. Setelah air merata di permukaan agregat yang sudah di padatkan kemudian agregat lapis pondasi di padatkan lagi dengan vibratory roller sampi merata dan padat. Fungsi penyiraman ini untuk pemadatan, karena dengan adanya penyiraman air ini rongga-rongga antara agregat akan terpadatkan dengan sendirinya dan saling mengunci sehingga tidak ada rongga udara di dalamnya.

  1. Uji CBR

CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standard dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama cara umum. Perkerasan jalan harus memenuhi 2 syarat, yaitu :

  1. Secara keseluruhan perkerasan jalan harus cukup kuat untuk memikul berat kendaraan yang akan memakainya.
  1. Permukaan jalan harus dapat menahan gaya gesekan dan keausan dari roda-roda kendaraan, juga terhadap air dan hujan.

Field CBR Test

Bila perkerasan jalan tidak mempunyai kekuatan secukupnya secara keseluruhan, maka jalan tersebut akan mengalami penurunan dan pergeseran, baik pada perkerasan jalan maupun pada tanah dasar. Akibatnya jalan tersebut akan bergelombang besar dan berlobang-lobang, sampai pada akhirnya rusak sama sekali. Sedangkan kalau perkerasan jalan tidak mempunyai lapisan yang kuat, maka permukaan jalan mengalami kerusakan yaitu berupa lobang-lobang kecil dan pada akhirnya akan bertambah banyak dan bertambah besar sampai perkerasan jalan menjadi rusak secara keseluruhan. Jadi untuk menilai kekuatan dasar atau bahan lain yang hendak dipakai untuk menentukan tebal lapisan perkerasan dipergunakan  percobaan CBR. Nilai CBR ini digunakan untuk menilai kekuatan yang juga dipakai sebagai dasar untuk penentuan tebal lapisan dari suatu perkerasan.

Kekuatan tanah dasar tentu banyak tergantung pada kadar airnya. Makin tinggi kadar airnya, makin kecil kekuatan CBR dari tanah tersebut. Walaupun demikian, hal itu tidak berarti bahwa sebaiknya tanah dasar di padatkan dengan kadar air rendah untuk mendapatkan nilai CBR yang tinggi, karena kadar air tidak konstan pada nilai rendah itu. Setelah pembuatan jalan, maka air akan dapat meresap kedalam tanah dasar sehingga kekuatan CBR turun sampai kadar air mencapai nilai yang constant. Kadar air yang constant inilah yang disebut kadar air keseimbangan. Batas-batas kadar air dan berat isi kering dapat ditentukan dari hasil percobaan laboratorium, yaitu percobaan pemadatan dan CBR.Gambar 6.6 alat uji CBR menggunakan Field cbr test set (cbr lapangan)

  1.     Uji Sand Cone

Sand cone test adalah pemeriksaan kepadatan tanah di lapangan dengan menggunakan pasir Ottawa sebagai parameter kepadatan yang mempunyai sifat kering,bersih,keras,tidak memiliki bahan pengikat sehingga dapat mengalir bebas. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dari suatu tanah di lapangan dengan berat isi kering laboratorium. Gambar proses tes kepadatan lapangan menggunakan alat sand sone. Dari proses uji CBR dan Sand Cone apabila di dapat data tidak sesuai spesifikasi maka akan di lakukan perbaikan lapis agregat pondasi atau pemadatan ulang.

Uji Sand Cone

Dibawah ini urutan gambar proses pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan agregat kelas B sampai terakhir pengujian CBR dan sand cone.

lapis pondasi agregatGambar  Lapis Pondasi Agregat Kelas B

 

penghamparan agregatGambar  Proses penghamparan material pondasi

 

pemadatan agregatGambar  Pekerjaan Pemadatan

 

penyiraman air dan pemadatan agregat
Gambar  Pekerjaan Penyiraman Air dan Pemadatan

 

hasil akhir pemadatan agregat
Gambar  Hasil Akhir setelah selesai proses pemadatan

Untuk Anda yang membutuhkan batu split maupun agregat base coarse, bisa menghubungi nomor 0853-2323-3399 untuk info lebih lanjut.

sumber

Proyek Tol Salatiga – Kartasura – Boyolali

Baru saja kami ditelepon seorang pembeli yang menanyakan harga dan kuantitas batu split ukuran 1×2 cm. Ketika ditanya berapa banyak kebutuhan dan mulai kapan, dijawab kebutuhan sekitar 1,5 juta meter kubik dan proyek mulai bulan April 2018. Wow, kebutuhan yang banyak.

Seketika kami langsung browsing mengenai proyek infrastruktur tol pak presiden Jokowi ini.

SALATIGA, KompasProperti - Proses pembangunan ruas tol Salatiga-Boyolali dan ruas tol Boyolali-Kartasura bagian dari jalan Tol Semarang-Solo saat ini terus dikebut.

Jalan tol Semarang-Solo Seksi IV dan Seksi V tersebut di bawah konsesi PT Solo Ngawi Jaya (SNJ).

Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Desi Arryani dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (26/9/2017) siang mengatakan, saat ini pembangunan jalan tol Semarang-Solo masih menyisakan pekerjaan sekitar 32 kilometer.

Sisa pekerjaan ini meliputi ruas Salatiga-Boyolali sekitar 22.1 kilometer dan ruas Boyolali- Kartasura sepanjang 11.4 kilometer.

“Pembebasan lahannya sudah memasuki 98.8 persen, sedangkan konstruksinya 27.26 persen,” kata Desi.

Dalam rangka percepatan pembangunan kedua ruas tol tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menerbitkan surat Nomor JL.03.04-Mn/858 tanggal 6 September 2016 perihal penugasan kepada PT SNJ tersebut.

Saat ini fokus pekerjaan di lapangan adalah pengolahan tanah dan infrastrukturnya seperti drainase, irigasi serta pembangunan underpass.

Pihaknya bersama-sama dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Ketua Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ serta Direktur Utama PT SNJ, David Wijayatno Senin lalu telah memantau langsung proses pembangunan tersebut.

Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono
Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono(GARRY ANDREW LOTULUNG/Kompas.com)

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam kesempatan itu meminta agar pembangunan ruas Jalan Tol Salatiga-Kartasura bisa dirampungkan sebelum Lebaran tahun 2018 sehingga tidak lagi dijadikan sebagai jalur mudik darurat.

Karena targetnya Trans Jawa pada tahun 2018 sudah operasional semua, termasuk untuk ruas Semarang- Solo ini.

“Nantinya waktu tempuh perjalanan Semarang-Solo hanya membutuhkan 1.5 jam,” kata Desi.

Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya David Wijayatno menambahkan, pekerjaan fisik terus dikebut agar memenuhi target yang telah ditetapkan. Untuk itu, David menjelaskan, pihaknya menerapkan sistem kerja tiga shift.

“Targetnya harus operasional tahun depan, jadi konstruksi harus beres tahun ini,” terang David.

Optimistis

Desi Arryani menyatakan optimismenya bahwa hingga akhir tahun 2017, Jasa Marga dapat mengoperasikan 210 kilometer tambahan ruas jalan tol baru di Indonesia.

Di antaranya Jalan Tol Semarang-Solo (72.64 kilometer), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41.69 kilometer), Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (15,50 kilometer), Jalan Tol Ngawi-Kertosono (25 kilometer), Jalan Tol Solo-Ngawi (90.25 kilometer) serta Jalan Tol Gempol-Pasuruan (20.50 kilometer).

“Komitmen Jasa Marga dengan membangun jalan tol di Indonesia ini adalah guna meningkatkan konektivitas dan membangun pertumbuhan ekonomi,” tuntasnya.

Bravo!

Pengerjaan Gorong-Gorong Box Culvert

Untuk mengatur aliran air dengan debit yang besar, diperlukan pemasangan gorong-gorong di bawah jalan yang akan dilalui air. Selain lebih efektif dan efisien daripada pembuatan jembatan, harganya pun akan lebih murah.
Gorong-gorong beton (box culvert) adalah gorong-gorong cor di pabrik (precast) ataupun dicor ditempat, dimensi tergantung kepada debit air yang akan dialirkan melalui gorong-gorong. Gorong-gorong yang dicor di pabrik dapat utuh dengan bentuk profil bulat atau persegi ataupun trapesium, ataupun modular yang terpisah atas dengan bawah.standar perencanaan gorong-gorong beton box culvertNamun yang akan dibahas kali ini adalah metode pelaksanaan gorong-gorong (box culvert) yang di cor di tempat.

Box Culvert gorong2
Tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan gorong-gorong (box culvert) antara lain sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Setting Out

- Dalam pekerjaan ini akan dilakukan pengukuran titik-titik box dan pengecekan elevasi, khususnya item pekerjaan yang menyangkut dengan elevasi. Seperti: pekerjaan galian, persiapan lantai kerja, penentuan modifikasi aliran air
2. Pelaksanaan Pekerjaan Galian Struktur (excavation)
Pada pekerjaan ini tanah galian akan dibawa menggunakan dump truck keluar dari area proyek menuju disposal area.
3. Pelaksanaan Pekerjaan Lantai kerja dan Pelat Bawah
- Pekerjaan lantai kerja dengan urugan pasir dan Lean Concrete.
– Pembesian dan pengecoran pelat bawah dengan ukuran besi yang sesuai standar, daripada menurunkan standar yang akan merepotkan di kemudian hari
4. Pelaksanaan Pekerjaan Pembesian, Pemasangan Bekisting dan Perkuatan Samping.
Bekisting adalah pembuatan kolom dengan menggunakan besi Lock Beam yang mengikat sepasang besi hollow membentuk batang yang kuat. Diikat menggunakan Tie Rod dan Wing Nut membentuk sabuk pengikat panel bekisting kolom dan menetralisir tekanan beton sebelum mengeras
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting samping selesai, lalu akan dilanjutkan kemudian dengan pengecoran bagian dinding gorong-gorong (box culvert).
5. Pembesian, Pemasangan Bekisting dan Perkuatan Atas,
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting atas selesai, lalu akan dilanjutkan kemudian dengan pengecoran bagian atas gorong-gorong (box culvert). 

6. Pelepasan Perancah Perkuatan dari Box Culvert.
Setelah selesai dilakukan pengecoran, dan umur beton telah mencapai waktu (biasanya beberapa minggu tergantung sterilisasi hasil cor dari tekanan) dan kekuatan yang direncanakan, selanjutnya akan dilakukan pelepasan perancah.

7. Dilakukan Penimbunan
Setelah pekerjaan dilakukan pelepasan perancah, selanjutnya akan dilakukan penimbunan kembali pada sisa galian gorong-gorong tersebut. Apabila perlu bisa ditambahkan jembatan beton di atasnya pada lebar jalan yang membutuhkan tekanan kendaraan berat.

8. Pemadatan Timbunan
Selanjutnya timbunan tersebut akan dipadatkan kembali untuk jalan kendaraan di atasnya

Untuk Anda yang membutuhkan batu split dan pasir untuk pekerjaan beton Anda, segera hubungi 085323233399. Kami siap membantu Anda

sumber, sumber, gambar

Pemeriksaan Kadar Lumpur Batu Split

Pada postingan sebelumnya tentang Pemeriksaan Kandungan Lumpur Dalam Pasir Cara Volume Endapan Ekivalen, sudah dibahas bagaimana cara melakukan pengujian terhadap kandungan lumpur dalam pasir dengan cara volume endapan ekivalen. Seperti yang kita ketahui bahwa kandungan lumpur pada agregat kasar (kerikil/batu split) dan agregat halus (pasir/abu batu) yang melebihi batas akan mempengaruhi kualitas campuran beton. Pada postingan kali ini akan dibahas bagaimana cara melakukan pemeriksaan kandungan lumpur pada kerikil.

Di dalam kerikil juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Batu yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam (PUBI). Kerikil dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan cara endapan ekivalen kadar lumpur dalam kerikil yang dinyatakan dalam (%) dapat diketahui secara tepat.

Bahan yang digunakan yaitu kerikil dengan berat 500 gram diambil secara acak untuk mewakili obyektivitas bahan uji secara keseluruhan. Sedangkan alat yang digunakan yaitu

  1. Ayakan no. 200
  2. Ayakan ukuran 38,1 mm
  3. Nampan pencuci
  4. Tungku pengering (oven)
  5. Timbangan dengan ketelitian 0.1% berat pasir contoh

Cara pelaksanaan yaitu

  1. Ambil kerikil yang lolos ayakan ukuran 38,1mm seberat 500 gr (B1).
  2. Masukkan kerikil tersebut ke dalam nampan pencuci dan tambahkan air secukupnya sampai semuanya terendam.
  3. Goncang-goncangkan nampan, kemudian air cucian dituangkan ke dalam ayakan no. 200 (butir-butir besar dijaga jangan sampai masuk ke ayakan supaya tidak merusak ayakan).
  4. Ulangi langkah no 3 sampai cucian tampak bersih.
  5. Masukkan butir-butir kerikil yang tersisa di ayakan no. 200 ke dalam nampan, kemudian masukkan ke dalam tungku untuk dikeringkan kembali.
  6. Kerikil setelah kering tungku (B2) ditimbang kembali.
  7. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, gunakan 2 atau 3 benda uji dan ambil rata-rata untuk setiap kali hasil pengujian.

Berikut adalah contoh hasil pengujian

  1. Berat kerikil semula kering oven (B1) : 500 gram
  2. Berat pasir setelah dicuci dan kering oven (B2) : 467 gram

Jadi kandungan lumpur = { (B1 – B2) / B1 } x 100% = { (500 – 467) / 500 } x 100% = 6,6 %

Berdasarkan PUBI 1982 Pasal 11Pasir Beton “Kandungan bagian yang lewat ayakan 0,063 mm tidak lebih dari 1 % berat (kadar lumpur)” maka kerikil diatas tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan campuran adukan beton.

sumber

Pengujian Sederhana Kadar Lumpur Pasir

Pengendalian mutu pemeriksaan mutu pengujian kadar lumpur pasir

Di dalam pembangunan infrastruktur maupun gedung dibutuhkan material berkualitas, salah satunya dalam bentuk agregat halus atau dikenal sebagai pasir maupun abu batu (hasil pecahan gilingan batu split). Salah satu hal yang kita perlukan ketika akan mengambil material atau menentukan tempat dalam mengambil material galian C yang baik, diperlukan metode quality control atau pemeriksaan mutu terhadap material yang akan digunakan, seperti yang akan kita bahas untuk kali ini yaitu mengenai cara menentukan pasir bangunan yang baik dengan menggunakan pengujian kadar lumpur pasir.

Contohnya jika ingin membangun usaha beton ready mix dan terdapat beberapa pemasok material pasir dari berbagai lokasi yang akan menjual pasir kepada kita. Kita harus mengetahui kualitas dari pasir tersebut melalui pengujian kadar lumpur pasir ini (secara sederhana tentunya).

Kualitas pasir merupakan salah satu faktor untuk menentukan kualitas campuran beton. Pasir adalah endapan butiran-butiran mineral yang lolos ayakan 4.8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0.075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam PUBI. Pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan cara ekivalen endapan lumpur dalam pasir yang dinyatakan dalam (%) dapat diketahui secara tepat.

Peralatan yang digunakan untuk pengujian untu melihat kadar lumpur pasir :
1. Gelas ukur 1000 ml
gelas ukur laboratorium untuk pengujian kadar lumpur air pasir (dengan tutup akan lebih baik)
2. Timbangan digital

Cara menimbang pasir untuk pengujian kadar lumpur pada pasir yang diambil secara acak untuk dapat mewakili kualitas dan obyektivitas bahan uji secara keseluruhan.

Bahan yang digunakan untuk pengujian kadar lumpur pasir :
1. Pasir lolos ayakan 0,063 mm sebanyak 230 ml
2. NaOH (Natrium Hidroksida), bisa dibeli di toko bahan kimia
3. Air mineral

Berikut ini cara pengujian sederhana untuk melihat kadar lumpur pasir antara lain:
1. Masukkan pasir sebanyak 230 ml ke dalam gelas ukur
2. Lalu masukkan lagi air sebanyak 70 ml kedalam gelas ukurnya
3. Dan baru dimasukkan NaOH (Natrium Hidroksida) sebanyak 30 ml ke dalam gelas ukur tersebut.
4. Lalu tutup gelas ukur tersebut dan dikocok-kocok hingga NaOH (Natrium Hidroksida) tersebut larut di dalam air
5. Diamkan hingga 1 jam untuk melihat hasilnya
6. Jika kita menguji sampel pasir lebih dari satu, lakukan dengan cara sama seperti langkah 1-7
7. Hasil penilaian menentukan yang pasir yang berkualitas baik adalah cara pengujian pemeriksaan mutu kadar lumpur pasir pasir bagus dan tidak bagus baik dan tidak baik

 


– Warna air yang naik ke permukaan tidak berwarna coklat lumpur
– Pasir yang paling baik di antara beberapa sampel tersebut adalah yang warna airnya paling bening

Jika didapat volume endapan lumpur 20 cc maka kandungan lumpur yaitu 20 / 10 = 2%

Angka 10 diatas artinya 10 cc endapan lumpur ekivalen (~) dengan 1 % lumpur. Berdasarkan PUBI 1982 Pasal 11 bahwa kandungan lumpur dalam pasir yang lewat ayakan 0,063 mm tidak lebih dari 5 % (Kadar Lumpur).

Dengan melakukan tes kadar lumpur secara sederhana, dapat diketahui pasir yang layak atau tidak layak untuk bahan campuran beton. Apabila ternyata hasilnya masih lebih dari ambang batas, maka dapat dilakukan modifikasi dengan mengurangi persentase kadar lumpur lewat pencucian pasir ataupun metoda lainnya

Apabila Anda membutuhkan pasir berkualitas dalam skala besar dapat langsung menghubungi kami di 085323233399. Pengiriman dilakukan langsung menggunakan kapal tongkang ke pelabuhan terdekat dari proyek Anda.

sumber

Pilih Pasir Hitam Atau Pasir Putih Untuk Proyek Anda

Pasir Hitam memiliki ciri khas kekuatan lebih dengan corak warnanya yang hitam pekat dan butiran pasir yang agak kasar serta tidak mengandung lumpur sehingga sangat baik jika pasir ini digunakan sebagai sarana pengecoran konstruksi bangunan maupun sarana lainnya.

pasir hitam

Meskipun agak kasar tidak menutup kemungkinan pasir ini bisa juga digunakan sebagai pasir pasang maupun plesteran konstruksi suatu bangunan.

Untuk pemasangan bata maupun batako, pasir hitam dapat langsung digunakan tanpa harus diayak terlebih dahulu. Hasil pasangan dinding bata atau batako pun tidak diragukan lagi kekuatannya.

Sedangkan untuk plester dinding bangunan, pasir hitam akan lebih baik hasilnya jika pasir tersebut di ayak terlebih dahulu baik secara manual dengan alat sederhana untuk proyek-proyek kecil maupun dengan menggunakan mesin ayakan pasir untuk proyek-proyek besar.

Alhasil permukaan dinding bangunan yang diplester dengan pasir ini hasilnya lebih halus dan mudah diratakan tanpa mengurangi kekuatan konstruksi bangunannya.

Jika menggunakan material pasir hitam untuk pengecoran tentunya harus dicampur dengan semen dan batu split dan sebaiknya menggunakan air bersih dengan PH normal.Perbandingan komposisi adukan antara semen,pasir dan split adalah 1:2:3 maksudnya 1 bagian semen,2 bagian pasir dan 3 bagian batu split. Untuk info harga batu split bisa menghubungi 087773399966 (phone/WA)

Sedangkan jika digunakan untuk pasir pasang dan plesteran maka perbandingan komposisi adukan antara semen dan pasir adalah 1:6 saja sudah cukup bagus maksudnya 1 bagian semen dan 6 bagian pasir.

Sebenarnya menurut penulis, warna pasir tidaklah menentukan bagus atau tidaknya digunakan untuk proyek. Seperti yang penulis pakai di proyek perumahan subsidi www.rumahbapbelitung.com, pasirnya berwarna putih (ciri khas pasir Bangka – Belitung). Yang patut diperhatikan sebenarnya adalah kadar lumpur yang ada di dalam kandungan pasir tersebut. Cara untuk melakukan pengetesan kadar lumpur, bisa Anda baca di artikel berikut Cara Mengetes Kadar Lumpur Pasir.

Untuk Anda yang membutuhkan informasi harga pasir bisa langsung menghubungi kami di 087773399966

sumber

Apa Itu Lapisan Resap dan Lapis Ikat Aspal

Ada satu istilah baru yang akan saya bahas mengenai cara membedakan lapis resap pengikat (prime coat) dan lapis perekat (tack coat) pada konstruksi jalan raya. Mungkin masih ada sedikit dari kita yang kurang paham tentang perbedaan keduanya. Untuk penjelasan lengkapnya dapat dilihat di bawah ini.
Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
perbedaan lapis resap pengikat prime coat dan lapis perekat tack coat
Gambar pelaksanaan lapis resap pengikat (prime coat) menggunakan asphalt distributor
Lapis resap pengikat atau yang disebut juga dengan prime coat merupakan lapisan ikat aspal cair yang diletakkan di atas lapis pondasi agregat Kelas A. Lapis resap pengikat biasanya dibuat dari aspal dengan penetrasi 80/100 atau penetrasi 60/70 yang dicairkan dengan minyak tanah. Volume yang digunakan berkisar antara 0,4 sampai dengan 1,3 liter/ m2 untuk lapis pondasi agregat kelas A dan 0,2 sampai 1 liter/m2 untuk pondasi tanah semen. Setelah pengeringan selama 4 sampai 6 jam, bahan pengikat harus telah meresap kedalam lapis pondasi. lapis resap pengikat yang berlebih dapat mengakibatkan pelelehan (bleeding) dan dapat menyebabkan timbulnya bidang geser. Oleh karena itu, untuk daerah yang berlebih ditabur dengan pasir halus dan dibiarkan agar pasir tersebut diselimuti aspal.
Fungsi dari lapis resap pengikat antara lain :
– Memberikan daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran aspal
– Mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat (segregasi) jika dilewati kendaraan sebelum dilapis dengan campuran aspal.
– Menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca, khususnya hujan. Sehingga air tidak masuk ke dalam lapisan pondasi agregat yang dapat mengakibatkan kerusakan struktur jalan. Sangat berguna di Indonesia ketika tahap penyelesaian di musim penghujan.
Lapis Perekat (Tack Coat)
pengertian lapis perekat tack coat
Gambar pelaksanaan lapis perekat (tack coat) menggunakan asphalt distributor
Lapis perekat (tack coat) merupakan lapisan aspal cair yang diletakkan di atas lapisan beraspal atau lapis beton semen sebelum lapis berikutnya dihampar. Lapis perekat berfungsi untuk memberikan daya ikat antara lapis lama dengan baru
Bahan lapis perekat terdiri dari aspal emulsi yang cepat menyerap atau aspal keras pen 80/100 atau pen 60/70 yang dicairkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. Pemakaiannya berkisar antar 0,15 liter/m2 sampai 0,50 liter /m2. Lebih tipis dibandingkan dengan pemakaian lapis resap pengikat.
Tata Cara Pelaksanaan
cara pelaksanaan pembersihan permukaan jalan
Gambar pembersihan permukaan jalan menggunakan air compressor
Pemasangan lapis resap pengikat atau lapis perekat dilaksanakan setelah permukaan lama dibersihkan dengan air compressor, sehingga tekstur perkerasan lama menjadi bersih dan terlihat jelas.
cara kerja hand spayer pada pekerjaan lapis resap pengikat prime coat dan lapis perekat tack coat
Gambar penyemprotan lapis perekat (tack coat) menggunakan hand sprayer
Sebelum dilakukan penyemprotan oleh pelaksana proyek, batas permukaan yang akan disemprot harus diukur dan ditandai. Pelaksanaan penyemprotan lapis resap pengikat dan lapis perekat menggunakan alat asphalt distributorAsphalt distributor adalah truk atau kendaraan lain yang dilengkapi dengan aspal, pompa, dan batang penyemprot. Umumnya truk juga dilengkapi dengan pemanas untuk menjaga temperatur aspal. Apabila diizinkan oleh direksi pekerjaan, pelaksanaannya dapat menggunakan alat penyemprot tangan (hand sprayer). Hand sprayer sering digunakan untuk daerah – daerah yang sulit dijangkau dengan Asphalt Distributor. Agar memperoleh hasil merata, sebaiknya pelaksanaanya dikerjakan oleh operator terampil dan telah teruji coba dengan baik.
Kondisi Cuaca yang diizinkan untuk bekerja
Lapis resap pengikat dan lapis perekat hanya disemprot saat kondisi permukaan jalan dalam keadaan kering, dan tidak boleh dikerjakan saat angin kencang, hujan atau akan terjadinya hujan.Untuk Anda yang membutuhkan batu split untuk proyek pembuatan jalan, dapat langsung menghubungi kami di 0853-2323-3399

 

Akhirnya Dana Talangan Cair, Wajah Pengusaha Jalan Tol Cerah

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) kembali memberikan dana talangan pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional (PSN).

Hal itu sebagai upaya mendukung program pengembangan infrastruktur nasional.

Pembayaran dana talangan itu ditandai dengan penandatanganan Adendum Nota Kesepahaman (MoU) antara LMAN dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). 34 BUJT telah melakukan MoU yang berisi pembayaran dana talangan dari APBN Perubahan 2017 sebesar Rp 25,286 triliun.

“Mukanya BUJT sekarang lebih cerah, karena sertap hari menanyakan kapan (diganti),” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto.

Nota kesepahaman ini melibatkan tiga pihak yaitu BPJT sebagai regulator jalan tol, BUJT sebagai pihak yang melaksanakan pembangunan jalan tol, serta LMAN yang berfungsi sebagai pelaksana fungsional Menteri Keuangan dalam mendanai lahan.

“Penandatanganan ini sebagai wujud komitmen dan konsistensi LMAN dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur,” ujar Direktur LMAN Rahayu Puspasari.

Untuk diketahui sebelumnya LMAN telah mencairkan 27 ruas jalan tol sebesar 11,653 triliun dari pengajuan Rp 12,4 triliun. Anggaran tersebut untuk 17.177 bidang tanah.

Sedangkan di 2017 ada alokasi tambahan anggaran pada APBN-Perubahan 2017 yang semula Rp 13,286 triliun jadi 25,286. Anggaran tersebut untuk biaya pengadaan tanah di 34 ruas jalan tol.

 

sumber

Proses Pembuatan Beton Pra Cetak

Anda mungkin sering atau pernah melihat proyek pembuatan jalan layang yang menyatukan beberapa segmen beton langsung di lokasi proyek. Nah, bagaimana sebenarnya proses pembuatan beton pracetak dilaksanakan? Beton pracetak adalah salah satu jenis beton yang dibuat di dalam pabrik sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Setelah pembuatan beton tersebut selesai, beton selanjutnya akan di angkut ke lokasi proyek pembangunan untuk dilakukan pemasangan.

beton jalan layang

Berdasarkan surat keputusan SNI T-15-1991-03, pengertian beton pracetak ialah komponen beton yang dicor di tempat yang bukan merupakan posisi akhir dalam suatu struktur. Pada umumnya, beton pracetak mempunyai kekuatan yang berkisar antara 4.000-6.000 psi atau bahkan lebih. Keunggulan utama beton ini antara lain dapat menghemat anggaran biaya, menghemat penggunaan bekisting, kualitasnya terkontrol dengan baik, serta tercapainya efisiensi waktu.

proses-pembuatan-beton-pracetak.jpg

Proses Pembuatan Beton Pracetak

Di bawah ini langkah-langkah dalam pembuatan beton pracetak, yuk kita simak bersama..

Langkah 1 : Pembuatan Cetakan

Cetakan berfungsi untuk membentuk beton dengan spesifikasi yang sesuai perencanaan. Bahan baku untuk membuat cetakan beton yaitu papan kayu. Papan-papan kayu tersebut lantas dibentuk kotak dan ditahan menggunakan paku secukupnya. Penentuan ukuran dari cetakan harus benar-benar diperhatikan karena akan mempengaruhi hasil jadi beton pracetak. Penyusunan cetakan beton yang baik, dapat membuat material kayu seyogyanya bisa dipakai lagi hingga sebanyak 50 kali.

Langkah 2 : Pembuatan Adukan Beton

Secara prinsip, pembuatan adukan beton dilakukan dengan mencampurkan bahan pengisi dan bahan pengikat menjadi satu. Bahan-bahan yang dimaksud antara lain pasir, kerikil / batu split, semen, dan air dengan perbandingan komposisi sesuai kualitas yang diharapkan. Untuk mengubah sifat alami dari beton, Anda bisa menambahkan zat aditif tertentu ke dalam adukan tersebut. Bahan material yang digunakan, seperti batu split pun harus dengan kualitas yang baik supaya cetakan kuat dan kokoh. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi website kami http://www.jualbatusplit.com atau hubungi 085323233399.

Langkah 3 : Penuangan Adukan Beton

Adukan beton yang sudah terbentuk kemudian dituangkan ke dalam cetakan. Pastikan dalam penuangannya, adukan ini disebarkan secara merata dan memenuhi setiap bagian cetakan. Penuangan adukan yang salah akan menyebabkan mutu beton menurun. Bahkan kekuatan beton pun dapat berkurang drastis apabila penampangnya tidak tercetak sempurna. Adukan beton sebaiknya dituangkan setengahnya dahulu, kemudian dilakukan pemasangan tulangan baja di tengah cetakan, dan diteruskan lagi dengan penuangan adukan sampai penuh.

Langkah 4 : Pemasangan Tulangan Baja

Kebanyakan beton pracetak dipakai untuk menahan beban dari bangunan. Tidak hanya pelat lantai, beton ini juga kerap digunakan sebagai pembentuk struktur balok dan kolom bangunan. Oleh karena itu, beton harus mampu menahan gaya beban dan gaya tarik dengan baik. Solusinya Anda bisa memasang beberapa tulangan baja ke dalam adukan beton di dalam cetakan tadi sehingga nantinya akan terbentuk beton bertulang. Pemasangan tulangan dilakukan ketika kondisi adukan masih basah. Ukuran baja juga harus dipertimbangkan dengan baik. Semakin berat struktur yang disangga, diameter pun harus semakin besar.

Langkah 5 : Pengeringan Beton

Adukan beton sebaiknya dikeringkan secara alami dengan cara mengangin-anginkannya. Penjemuran adukan beton di bawah terik sinar matahari langsung justru dapat mengakibatkan beton mengalami keretakan sehingga tak layak pakai. Selama proses pengeringan berlangsung, beton juga perlu disiram dengan air secara berkala untuk menghindari beton mengering secara mendadak. Perawatan terhadap beton dilakukan sampai berumur 7 hari, sedangkan beton akan mengering sempurna dan boleh digunakan setelah usianya mencapai 30 hari.

sumber